TUGAS 3

Eka febiana 1811010234,kelas i, semester 5, Pendidikan Agama Islam, Uin Raden Intan Lampung

Dosen Pengajar :Yum Jamilah, M. Pd.I

A.  A.Pengertian Uji Validitas, Reabilitas, dan Daya Beda

1.      Uji Validitas

Validitas merupakan suatu standar atau dasar ukuran yang menunjukkan ketetapan (appropriateness), kemanfaatan (userfulness) dan kesahihan yang mengarah pada ketepatan interpretasi suatu prosedur evaluasi sesuai dengan tujuan pengukurannya.[1]

Pengeritan Validitas Menurut Para Ahli

Dibawah ini adalaah definisi dari validitas menurut ahlinya.

1.      Sudjana (2004:12)

Pengertian validitas menurut Sudjana adalah ketepatan alat penilaian terhadap konsep yang dinilai sehingga betul-betul menilai apa yang harus dinilai.

2.      Suryabrata (2000:41)

Pengertian validitas menurut Suryabrata adalah derajat fungsi pengukuran suatu tes, atau derajat kecermatan ukurnya sesuatu tes. Validitas suatu tes mempermasalahkan apakah tes tersebut benar-benar mengukur atap yang hendak diukur.

3.      Azwar (1987:173)

Pengertian validitas menurut Azwar adalah sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen pengukur (tes) dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu tes dikatakan memiliki validitas yang tinggi apabila alat tersebut menajalankan fungsi ukur secara tepat atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut.

4.      Arikunto (1999:65)

Pengertian validitas menurut Arikunto adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesalihan suatu tes. Suatu tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur. Tes memiliki validitas yang tinggi jika hasilnya sesuai denga kriteria, dalam arti memiliki kesejajaran antara tes dan kriteria.

5.      Kusaeri (2012:75)

Pengertian validitas menurut Kusaeri adalah ketepatan (appropriateness), kebermaknaan (meaningfull) dan kemanfaatan (usefulness) dari sebuah kesimpulan yang didapatkan dari interpretasi skor tes.

6.      Nursalam (2003)

Pengertian validitas menurut Nursalam adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau keshalihan suatu instrumen.

7.      Neuman (2007)

Pengertian validitas menurut Neuman adalah menunjukkan keadaan yang sebenarnya dan mengacu pada kesesuaian antara konstruk, atau cara seorang peneliti mengkonseptualissasikan ide dalam definisi konseptual dan suatu ukuran. Hal ini mengacu pada seberapa baik ide tentang realitas “sesuai” dengan realitas aktual. Dalam istilah sederhana, validitas membahas pertanyaan mengenai seberapa baik realitas sosial yang diukur melalui penelitian sesuai dengan konstruk yang peneliti gunakan untuk memahaminya.

8.      Anastasia dan Urbina (1998)

Pengertian validitas menurut Anastasia dan Urbina adalah mengenai apa dan seberapa baik suatu alat tes dapat mengukur, sedangkan reliabilitas merujuk pada konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang sama ketika diuji berulang kali dengan tes yang sama pada kesempatan yang berbeda, atau dengan seperangkat butir-butir ekuivalen (equivalent items) yang berbeda, atau dibawah kondisi pengujian yang berbeda.

9.      Gronlund dan Linn (1990)

Pengertian validitas menurut Gronlund dan Linn adalah ketepatan interpretasi yang dibuat dari hasil pengukuran atau evaluasi.

10.  Sukadji (2000)

Pengertian validitas menurut Sukadji adlaah derajat yang menyatakan suatu tes mengukur apa yang seharusnya diukur.

11.   KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia

Pengertian validitas menurut KBBI adalah sifat benar menurut bahan bukti yang ada, logika berpikir atau kekuatan hukum; sifat valid; kesahihan

Jenis-jenis Validitas

Jenis atau macam macam validitas adalah sebagai berikut:

  • Validitas Isi

Validitas isi (Content Validity) menjabarkan sejauh mana pertanyaan, tugas atau butir dalam suatu tes atau instrumen dapat mewakili secara keseluruhan dan proposional perilaku sampel yang dikenai tes. Validitas isi mengukur derajat kemampuan tes dalam mengukur yang mencakup substansi elemen yang ingin diukur. Validitas isi dipakai untuk mengukur kemampuan belajar, hasil belajar atau prestasi belajar.

  • Validitas Konstruk

Validitas konstruk atau Construct Validity merupakan validitas yang mempermasalahkan seberapa jauh butir tes dapat mengukur apa yang benar-benar hendak diukur yang sesuai dengan konsep khusus atau definisi konseptual yang telah ditetapkan. Validitas konstruk berhubungan dengan kejadian dan objek yang abstrak, tetapi gejalanya dapat diamati dan diukur.

Validitas konstruk dapat dipakai dalam mengukur sikap, minat konsep diri, fokus kontrol, gaya kepemimpinan, motivasi berprestasi dan lainnya, ataupun yang sifatnya performa maksimum seperti instrumen untuk mengukur bakat (tes bakat), intelegensi (kecerdasan intelektual), kecerdasan, emosional dan lainnya.

  • Validitas Kriteria

Validitas kriteria atau validitas empiris (Criterion-Related Validity) ditentukan oleh kriteria, baik kriteria internal ataupun kriteria eksternal. Validitas kriteria didapatkan melalui hasil uji coba tes kepada responden yang setara dengan responden yang akan dievaluasi atau diteliti. Validitas kriteria adalah ukuran validitas yang penentuannya dengan cara membandingkan skor tes dengan kinerja tertentu pada ukuran luar atau yang lain. Contoh pemakaian validitas kriteria adalah tes intelejensi yang berkorelasi dengan rata-rata nilai akademis. Dengan asumsi, jika intelejensi seseorang tinggi, maka yang akan terjadi dia mendapatkan nilai akademis yang bagus.

  • Validitas Muka

Validitas muka (Face Validity) merupakan tipe validitas yang paling rendah signifikasinya karena hanya berdasarkan pada penilaian sepintas tentang isi alat ukur. Apabila isi alat ukur sudah terlihat sesuai degan apa yang ingin diukur, maka dapat dikatakan validitas muka sudah terpenuhi. Validitas muka disebut juga dengan validitas rendah dari validitas isi.

Prinsip Validitas

Ada beberapa prinsip ketika melakukan uji validitas, yaitu antara lain:

  • Interpretasi yang diberikan pada asesmen hanya valid terhadap derajat yang diarahkan ke suatu bukti yang mendukung kecocokan dan kebenarannya.
  • Penggunaan yang bisa dibuat dari hasil asesment hanya valid terhadap dejarat yang arahnya ke suatu bukti yang mendorong kecocokan dan kebenarannya.
  • Interpretasi dan kegunaan dari hasil asesment hanga valid ketika nilai (values) yang didapatkan sesuai
  • Interpretasi dan kegunaan dari hasil asesment hanya valid ketika konsekuensi (consequences) dari interpretasi dan kegunaan ini konsisten dengan nilai kecocokan.

Cara Menghitung Validitas

Dalam menguji validitas tiap butir soal, maka skor yang ada pada butir yang dimaksud dikorelasikan dengan skor total. Skor tiap butir soal dinyatakan dengan skor X dan skor total dinyatakan dengan skor Y. Dengan diperolehnya indeks validitas tiap butir soal, dapat diketahui butir soal mana yang memenuhi syarat bisa dilihat dari indeks validitasnya.

Untuk menentukan koefisien korelasi antara skor hasil tes yang akan diuji validitasnya dengan hasil tes yang terstandar yang dimiliki orang yang sama dapat memakai rumus korelasi produk momen. Rumus Korelasi produk momen


 

 

Hitung koefisien validitas instrumen yang diuji (r-hitung), yang mempunyai nilai sama dengan korelasi hasil langkah sebelumnya dikali dengan koefisien validitas instrumen terstandar.

Lalu bandingkan nilai koefiesien validitas dengan nilai koefisien Pearson atau tabel Pearson (r-tabel) pada taraf signifikannya a (umumnya dipilih 0,05) dan n= banyaknya data yang sesuai.

Kriterianya sebagai berikut: Instrumen valid, jika r-hitung = r-tabel dan Instrumen tidak valid jika r-hitung < r-tabel. Tentukan kategori validitas instrumen yang acuannya pada pengklasifikasian validitas yang dikemukakan oleh Guilford:

  • 0,80 < rxy 1,00 validitas sangat baik (sangat tinggi)
  • 0,60 < ryx 0,80 validitas baik (tinggi)
  • 0,40 < rxy 0,60 validitas cukup (sedang)
  • 0,20 < rxy 0,40 validitas kurang (rendah)
  • 0,00 < rxy 0,20 validitas jelek (sangat rendah)
  • rxy 0,00 tidak valid

2.      Pengertian Reabilitas

Reliabilitas yaitu suatu konsistensi sebuah tes dalam mengukur atau mengamati sesuatu yang menjadi objek ukur.

1.      Sugiono (2005)

Pengertian reliabilitas menurut Sugiono adlah serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur yang memiliki konsistensi jika pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur itu dilakukan secara berulang. Reliabilitas tes, merupakan tingkat konsistensi suatu tes, adalah sejauh mana tes dapat dipercaya untuk menghasilkan skor yang konsisten, relatif tidak berubah meskipun diteskan pada situasi yang berbeda.

2.      Nursalam (2003)

Pengertian reliabilitas menurut Nursalam adalah kesamaan hasil pengukuran atau pengamatan jika fakta atau kenyataan hidup tadi diukur atau diamati berulang kali dalam waktu yang berlainan.

3.      Sukadji (2000)

Pengertian reliabilitas suatu tes menurut Sukadji adalah sebarapa besar derajat tes mengukur secara konsisen sasaran yang diukur. Reliabilitas dinyatakan dalam bentuk angka, biasana koefiesien.

4.      Gronlund dan Linn (1990)

Pengertian reliabilitas menurut Gronlund dan Linn adalah ketepatan hasil yang diperoleh dari suatu pengukuran.

5.      Sugiono (2005) dalam Suharto (2009)

Pengertian reliabilitas menurut Sugiono adalah serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur yang memiliki konsistensi bila pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur itu dilakukan secara berulang.

6.      Anastasia dan Susana (1997)

Pengertian reliabilitas menurut Anastasia dan Susana adalah sesuatu yang merujuk pada konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang sama ketika mereka diuji dengan tes yang sama pada kesempatan yang berbeda, atau dengan seperangkat butir-butir ekuivalen (equivalent items) yang berbeda, atau dibawah kondisi pengujian yang berbeda

7.      Suryabrata (2004)

Pengertian reliabilitas menurut Suryabrata adalah sejauh mana hasil pengukuran dengan alat tersebut dapat dipercaya.

 

Rumus Reabilitas 


 


3.      Pengertian daya beda [2]

Daya beda adalah analisis yang mengungkapkan seberapa besar butir tes dapat membedakan antara siswa kelompok tinggi dengan siswa kelompok rendah. Salah satu ciri butir yang baik adalah yang mampu membedakan antara kelompok atas (yang mampu) dan kelompok bawah (kurang mampu). Karena itu butir tes harus diketahui daya bedanya. Siswa yang termasuk kelompok tinggi adalah siswa yang mempunyai rata-rata skor paling baik. Siswa yang termasuk kelompok rendah adalah siswa yang mempunyai rata-rata skor yang rendah. Kelompok siswa yang pandai sering disebut dengan istilah kelompok Upper, dan kelompok siswa yang kurang pandai sering disebut dengan istilah Lower.

Tingkat daya pembeda butir-butir tes dinyatakan dalam skala indeks -1,00 sampai dengan 1,00.-1,00 0 1,00

Penjelasan :

• Indeks -1,00 berarti butir tes terbalik, siswa kurang pandai dalam kelompok Lower dapat menjawab butir tes dengan sempurna, dan kelompok yang paling pandai dalam Upper tidak ada satupun yang mampu menjawab dengan benar.

• Indeks 0,00 berarti butir tes tidak dapat membedakan siswa yang pandai dengan yang kurang pandai. Atau kemampuan kelompok pandai (Upper) sama dengan kemampuan kelompok kurang pandai (Lower).

• Indeks 1,00 berarti butir tes secara sempurna dapat membedakan siswa berdasarkan tingkat kemampuannya.

 

Rumus daya beda

 

C  B. Contoh Penghitungan Uji Validitas, Reabilitas, Daya Beda, dan Taraf Kesulitan Soal 

 

A.    Contoh Penghitungan Uji Validitas, Reabilitas, Daya Beda, dan Taraf Kesulitan Soal

a.       Contoh soal uji validitas

 

Mengerjakan Perhitungan Validitas menggunakan rumus korelasi Product moment:

                        



        Contoh  :

No

P1

P2

P3

P4

P5

Total

1

4

3

4

4

4

19

2

1

1

1

1

1

5

3

1

2

1

1

1

6

4

4

4

3

4

4

19

5

2

4

2

2

2

12

6

3

3

3

3

3

15

7

4

1

4

4

4

17

8

1

1

1

1

1

5

9

3

3

3

3

3

15

10

2

3

2

2

2

11

Total

25

25

24

25

25

124

Hasil Uji Validitas

0,983

0,563

0,950

0,983

0,983

 

Nilai R

0,632

0,632

0,632

0,632

0,632

 

Keterangan

valid

tidak valid

valid

valid

valid

 

                       

 

 

no

X1.Y

X12

Y2

1

76

16

361

2

5

1

25

3

6

1

36

4

76

16

361

5

24

4

144

6

45

9

225

7

68

16

289

8

5

1

25

9

45

9

225

10

22

4

121

Jumlah

372

77

1812






            keterangan :  X1 = P1

                                    Y= total

                        = 10X              372-                 25 X                124

                            10X                         77-                   625 X              10X                 1812-   15376

                        =3720-3100    

                          770    -           625 x   18120-             15376

                        = 620

                          145  x            2744

                        = 620                               = 620

                          397880                                  630,8

                        = 0,9829

           

b.      Contoh Reliabilitas

Mengerjakan Perhitungan Realibilitas menggunakan Rumus Alpa



                

Contoh Reliabilitas pilihan ganda

 

                             

Langakah – langkah mengerjakannya :

1.     1. Tentukan total skor yang di dapatkan setiap siswa menggunakan rumus = SUM

2.     2. Total skor yang di dapatkan butir soal dimana di dapatkan dari siswa yang menjawab benar dengan menggunakan rumus =SUM

3.   3.   Selanjutnya n ( total butir soal )  n=9

4.    4.  n-1 = 9 – 1= 8 klik ENTER kemudian tarik ke samping

5.     5. p = peluang siswa menjawab benar, total skor butir soal di bagi total jumlah siswa, kemudian klik ENTER

6.   6.   q= peluang siswa menjawab salah, 1- p klik Enter kemudian tarik ke samping

7.   7.   pq = p*q kemudian klik ENTER, selanjutnya tarik ke samping

8.   8.   pq = SUM klik pq dan ENTER

9.    9.  Selanjutnya varian skor = VAR klik total skor dan klik ENTER

1010.  Untuk mencari KR – 20 = klik n / n-1 * varian skor -pq / varian skor klik ENTER

1111.  Suatu instrumen dikatan reliabel jika  r11 kurang dari 0,7

c.       Contoh soal tingkat kesukaran

No

Nama Siswa

butir soal

total

1

2

3

4

5

6

7

8

9

1

aa

0

0

1

0

1

0

0

0

1

4

2

bb

1

1

1

1

1

0

1

0

0

7

3

cc

0

0

0

0

1

0

1

0

0

3

4

dd

0

0

0

0

0

1

0

1

0

2

5

ee

0

0

1

0

1

1

0

1

1

5

6

ff

1

0

1

0

0

0

1

1

0

4

7

gg

1

1

1

0

0

0

1

1

0

6

8

hh

0

0

0

0

1

0

1

0

0

3

 

3

2

5

1

5

2

5

4

2

34

 

tingkat kesukaran

0,375

0,125

0,625

0,125

0,625

0,25

0,625

0,5

0,25

 

 

status kesukaran

sedang

sulit

sedang

sulit

sedang

sulit

Sedang

sedang

sulit

 

Langkah-langkah :

1.tentukan total skor yang di dapatkan setiap siswa menggunakan rumus = SUM

2. total skor yang di dapatkan butir soal dimana di dapatkan dari siswa yang menjawab benar menggunakan rumus = SUM

3. menentukan tingkat kesukaran, = jawaban benar / total jumlah siswa, klik enter, selanjutnya tarik ke samping

4. if = ( AND (C13=0 >= 0,3 , C13 <=0,7), “ sedang” , “ sulit”)  kemudian klik ENTER dan tarik ke smping

Catatan :

jika 0,3 <= p <= 0,7 maka tingkat kesukaran butir soal di anggap sedang

jika 0,3 <= p >= 0,7 maka tingkat kesukaran butir soal di anggap sulit atau mudah 

 

d.       Contoh soal daya beda 


 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini